Jumat, 08 Desember 2023

Sayyidah Khodijah R.A

Selalu tertarik dengan cerita tokoh -tokoh perempuan yang luar biasa. Yang mereka punya kiprah luar biasa di zamannya, yang membantu perjuangan suaminya tanpa menghitung -hitung jumlahnya. 

Adalah bunda Khadijah Radhiyallahu Anha, seorang perempuan terhormat dari kalangan keluarga terhormat pula. Keluarga beliau adalah keluarga pedagang. Dan beliaupun adalah seorang perempuan pedagang pula. 

Tak tanggung -tanggung perdagangannya sampai keluar negeri kalau dilihat di jaman sekarang.

Apakah bunda Khadijah pergi sendiri berjalan kesana kemari? 
Ternyata tidak semua perdagangan beliau harus dilakukan dengan bepergian sendiri. Beliau mempunyai kafilah -kafilah dagang yang dikirim ke luar negeri. Mungkin kalau jaman sekarang seperti agen -agen atau sub agen di berbagai wilayah.

Sebagaimana pula Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul Allah, beliau juga menjadi salah satu pemimpin kafilah dagangnya bunda Khadijah.

Khadijah binti Khuwailid lahir di Mekkah, yang saat itu merupakan bagian dari wilayah Hijaz di Jazirah Arab. Mekkah adalah kota kelahirannya, dan dia adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah awal Islam. Kelahiran Khadijah di Mekkah adalah salah satu faktor yang membuatnya menjadi salah satu pedagang terkaya dan paling berpengaruh di kota tersebut sebelum dia menikah dengan Nabi Muhammad SAW.

Latar belakang keluarga Khadijah binti Khuwailid adalah sebagai berikut:

1. Ayahnya: Ayah Khadijah bernama Khuwailid bin Asad bin Abdul 'Uzza bin Qusai. Dia berasal dari suku Quraisy, yang merupakan suku yang dominan di Mekkah pada masa itu.

2. Ibu dan Keluarga Lainnya: Informasi tentang ibu Khadijah dan anggota keluarganya yang lain tidak terlalu terdokumentasi dalam sejarah Islam. Kebanyakan catatan sejarah lebih menekankan pada peran Khadijah sebagai istri Nabi Muhammad dan peran pentingnya dalam sejarah awal Islam.

3. Saudara-Saudaranya: Khadijah memiliki beberapa saudara, seperti Hala, Zuhair, dan Tufail, tetapi kembali, informasi tentang saudara-saudaranya terbatas.

Khadijah binti Khuwailid adalah salah satu dari suku Quraisy yang terkemuka, dan dia dikenal sebagai pedagang yang sukses dan berpengaruh sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Keluarganya memiliki status sosial yang baik di Mekkah, dan Khadijah sendiri memiliki reputasi baik dalam bisnis dan kepribadian yang luhur.

Khadijah binti Khuwailid adalah seorang pedagang sukses sebelum dia menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Dia memiliki bisnis yang cukup besar dan dikenal sebagai seorang pedagang yang handal di Mekkah. Bisnis utamanya melibatkan perdagangan barang-barang dari Timur Tengah ke daerah-daerah sekitar Mekkah dan Jazirah Arab.

Salah satu alasan keberhasilannya adalah kemampuannya dalam menjalankan bisnis dengan baik, serta reputasi kejujuran dan kecerdasannya dalam berdagang. Keuntungan dari bisnisnya digunakan untuk mendukung banyak orang miskin dan menafkahi keluarganya.

Setelah menikah dengan Nabi Muhammad, Khadijah masih terlibat dalam bisnis, dan Nabi Muhammad juga turut bekerja di dalamnya. Bisnis mereka menjadi lebih berkembang, tetapi Khadijah tetap mempertahankan integritas dan moralitasnya dalam perdagangan. Kehidupan bisnis Khadijah adalah bagian dari sejarah yang menginspirasi banyak orang, terutama wanita, karena menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis dapat dicapai dengan kejujuran dan integritas.

Rabu, 06 Desember 2023

Menulis

 Memiliki blog sudah lama, tapi mau mengawali menulis itu yang bingung. Mau menulis tentang apa ya? Dan begitu terus sepanjang waktu. Ada yang sama? Lalu saya harus bagaimana? 



Nah untuk menyalurkan hobi menulis, selama ini saya sering mengikuti kelas optimasi facebook. Kelas apa itu? Kelas optimasi facebook adalah kelas yang mengajak para peserta untuk menulis setiap hari di beranda facebook. Tema tulisan biasanya ditentukan oleh pemilik kelas, jadi setiap hari nanti ketua kelas akan mengirimkan tugas dengan "clue" atau kata kunci tertentu yang harus dipakai oleh penghuni kelas untuk tulisan mereka hari itu. 

Mengapa menulis di facebook? Ya karena rasanya lebih ringan saja menulis disana, lebih mudah juga berinteraksi dengan orang lain.

Tetapi kenapa ya rasanya berbeda jika ingin menulis di blog. Seperti ada sesuatu yang berat untuk menuliskan. Kesannya kalau menulis di blog itu harus sesuatu yang panjang, atau karena tidak segera mencoba. Bisa jadi begitu karena menulis adalah tentang mencoba untuk menulis, menulis dan menulis.    

Orang bilang kalau mau menulis ya tulis saja apa yang ada dalam pikiran kita. Tidak usah memedulikan nanti salah apa tidak tulisan saya, toh nanti juga bisa diedit. Tapi ini tentu berkaitan dengan teknik membuat tulisan yang bisa diedit kemudian. Bukan isi dari tulisan tersebut yang sebenarnya bisa untuk dipertimbangkan terlebih dahulu. 

Akan tetapi di zaman sekarang banyak juga yang membuat tulisan, diposting ke publik lalu menuai banyak kritikan, kemudian redaksi tulisannya kemudian diganti. Nah teman-teman mungkin ada yang pernah menemukan hal seperti itu ?

Jadi sepertinya tidak alasan lagi untuk tidak mulai menulis. Apalagi setelah mengikuti kelas menulis, kelas membuat blog, tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis. Yuk semangat terutama buat diriku sendiri.


Cerita bersama Ibu

Bersama ibu Banyak cerita lucu sebenarnya ketika membersamai ibu mertua selama ini. Oya saya adalah seorang menantu yang sudah sangat akrab ...