Sepenggal kisah masa kecil
Bicara mengenai kisah hidup itu banyak ya, salah satu yang paling terkesan adalah masa kecil yang luar biasa. Saya lahir di sebuah desa di Jawa Timur, tepatnya daerah Ponorogo. Masa kecil saya sangat membahagiakan. Saya generasi tahun 70 sekian, jadi masih merasakan masa bermain bersama teman -teman yang tanpa digital sedikitpun.
Tetapi rasanya bahagia saja saat itu, bermain setiap hari. Sekolah berangkat jam 7 pagi, ketika adzan dhuhur sudah berdoa mau pulang. Sholat dhuhur dilaksanakan di masjid sekolah. Oya sekolah saya itu jaman dulu adalah kompleks pesantren. Kami berangkat sekolah berjalan kaki bersama teman -teman. Dari mulai TK sampai SD kami berangkat bersama, pulangpun juga bersama teman berjalan kaki. Kompleks sekolah kami itu terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA. Anak-anak yang lebih tinggi jenjang pendidikannya pun mereka juga berjalan kaki pulang -pergi ke sekolah, dan begitulah kami setiap hari.
Jalanan kampung kami menjadi ramai dengan anak-anak sekolah ketika pagi dan siang hari setelah dhuhur. Ah pemandangan yang menggembirakan ya.
Oya tentang kompleks sekolah kami itu, menurut cerita bapak, paklek, pakde saya, dulunya adalah sebuah pesantren yang lumayan besar. Banyak santri dari berbagai daerah di Ponorogo datang ke kampung kami untuk belajar. Nama pesantren di kampung kami ini adalah Darul A'dhom.
Pesantren ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Jaman perang kemerdekaan melawan Belanda, pesantren di kampung kami juga turut andil didalamnya. Kyai yang mengasuh dan para santri ikut ambil bagian dalam peperangan tersebut. Bahkan menurut cerita, pesantren ini juga dipakai untuk tempat persembunyian para pejuang. Tetapi karena taktik perangnya adalah perang gerilya, akhirnya kyai dan para santri berpindah -pindah tempat untuk pos perangnya.
Dan inilah penyebab pesantren Darul A'dhom ini menjadi terbengkalai dalam kurun waktu yang lama. Pendidikan masih tetap berlangsung, hanya saja terbatas untuk masyarakat sekitarnya saja. Dan kegiatannya seperti sekolah pada umumnya, tidak ada aktivitas seperti anak-anak pesantren.
Namun sekarang, pesantren ini sudah mulai bangkit kembali. Untuk yang terbaru, sudah berdiri dan berjalan pondok tahfidz Al -Qur`an mulai sekitar tahun 2015 an. Pesantren ini sekarang dibawah asuhan pimpinan ranting Muhammadiyah Yanggong Jimbe Jenangan Ponorogo, Jawa Timur.
Sekolah di masa kecil saya itu sangat menyenangkan, seingat saya jarang ada PR. Ketika tiba waktu istirahat, kami biasanya bermain gobak sodor, bekelan, bermain kelereng, bermain duk-duk atau yang memakai biji sawo Kecik. Kecik didapatkan dari biji sawo Kecik, pohonnya banyak tumbuh di halaman masjid sekolah kami. Bermain karet, bermain petak umpet dll permainan tradisional yang lain. Sangat mengasikkan sekali bukan?
Ya setidaknya untuk anak-anak di jamannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar