Bersama ibu
Banyak cerita lucu sebenarnya ketika membersamai ibu mertua selama ini. Oya saya adalah seorang menantu yang sudah sangat akrab dengan ibu mertua. Ibu mertua saya anggap ibu saya sendiri. Kebetulan juga saya masih tinggal bareng dengan ibu mertua. Dan alhamdulilah ibu mertua juga merasa cocok dengan saya. Apapun masalah seringnya beliau bermusyawarah dengan saya.
Ibu mertua saya ini sudah masuk usia 76 lebih tapi alhamdulilah masih energik. Beliau sangat bersemangat dalam hal apapun, apalagi yang berkaitan dengan usaha. Beliau sendiri juga seorang perempuan yang berdagang. Beliau membuka usaha menjahit di rumah yang kemudian berkembang menjadi konveksi kecil-kecilan. Ketika masa muda ketika beliau masih kuat, berbagai pesanan seragam beliau terima. Beliau dibantu beberapa karyawan dan juga suami dan anak laki-laki beliau.
Namun sekarang seiring berjalannya waktu pesanan sudah tidak sebanyak dulu. Dan juga tenaga sudah tidak muda lagi, sudah tidak begitu kuat kalau menerima banyak pesanan seragam. Ditambah lagi suami dan anak laki-laki yang membantu usaha sudah dipanggil yang maha kuasa. Usaha masih tetap berjalan tetapi hanya sebatas kemampuan ibu dan saya sendiri.
Ibu mertua menderita banyak penyakit dari mulai jantung, diabetes, hipertensi dan pernah juga operasi benjolan dan juga tumor usus. Qodarullah Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk beliau berkiprah di dunia ini. Walaupun harus sering ke dokter untuk periksa ini dan itu.
Tentu saja saya yang tinggal dengan beliau yang sering mengantar kontrol ke dokter. Terakhir sekali pak Dokter meminta ibu untuk cek kesehatan di rumah sakit PKU Muhammadiyah kota Jogja. Surat pengantar pun diberikan oleh dokter untuk dibawa ke PKU.
Besoknya saya dan ibu bersiap-siap untuk pergi cek darah ke PKU. Ibu merencanakan juga untuk mampir ketempat cucu yang rumahnya dekat dengan rumah sakit PKU. Ibu menyiapkan beberapa makanan untuk cucu, makanan itu dibikin sendiri oleh ibu mertua, karena memang beliau juga suka memasak.
Setelah memasak untuk cucu selesai, berkemaslah kami menuju ke PKU, naik gocar saja. Tentunya setelah memasukkan masakan -masakan yang akan diberikan ke cucu tadi. Go car datang dalam beberapa menit dan kami segera menaikinya. Sebelum berangkat saya pastikan apakah ada yang tertinggal. Beliau menjawab sudah semua dibawa termasuk surat pengantar dari dokter jantung.
Beberapa menit berjalan, gocar sampai didepan loby IGD PKU Muhammadiyah kota Jogja. Kamipun segera turun dari gocar. Bersiap ke loket pendaftaran. Eh tiba-tiba ibu nyeletuk; " Ya Allah urin yang dipakai untuk diperiksa ke laboratorium malah ketinggalan", "Ya Allah kataku, bukannya tadi sudah saya tanya apa ada yang ketinggalan". Padahal cuaca lagi turun hujan.
Akhirnya saya telpon adik yang di rumah untuk mengirimkan urin yang sudah dibotol untuk dikirim ke PKU by gosend saja. Untungnya adik saya pas ada di rumah ketika itu. Segera saya minta untuk dikirim itu urinnya ibu. Jarak rumah ke PKU lumayan jauh juga, perjalanan kurang lebih setengah jam. Dan setelah setengah jam barulah si urin dalam botol kecil itu sampai pada kami yang di PKU.
Segera kami menuju ke laboratorium untuk minta dicek kesehatan ibu. Sesampainya di laboratorium, petugasnya tanya, " Mana surat pendaftaran dari petugas pendaftaran yang di depan"? Oalah iya baru ingat tadi belum mendaftar hehe. Lalu kembalilah saya ke pendaftaran depan untuk mendaftarkan ibu ke laboratorium. Sebelumnya saya minta kartu PKU atau KTP ibu. Ibu bilang, "Aku ra nggowo" . Haduh lengkap sudah semua ya, yang dibutuhkan tidak dibawa.
Tapi tetap saya melangkah ke pendaftaran depan, saya bilang mau mendaftarkan ibu saya. Ditanya petugas, nama lengkap ibu siapa. Waduh kok ya tetiba ngebleng nama lengkap ibu mertua, ingatnya nama belakang saja. Terpaksa deh harus nelpon ibu dulu, sebab tadi yang ke loket pendaftaran depan itu saya sendiri. Ibu tetap menunggu di laboratorium karena saya khawatir ibu kecapekan kalau harus mondar-mandir. Dan alhamdulillah mission completed, nama lengkap ibu sudah terdaftar untuk ke laboratorium. Tinggal menuju dan menunggu ke bagian laboratorium.
Apakah selesai sampai situ, oh tentu belum. Setelah selesai urusan laboratorium kemudian ganti ke bagian pembayaran. Disini ada drama lagi, ternyata biaya yang tertera di nota besarnya tak sesuai dengan perkiraan. Nah terpaksa harus ke atm dulu buat melengkapi jumlah dananya. Padahal itu lagi hujan deras banget. Dengan agak sedikit lari kecil menuju ke depan dekat gerbang masuk, disitu ATM berada, hujan tetap ditembus biar segera selesai segala urusan.
Nah bagi teman-teman yang masih punya orang tua, mari bersamai mereka supaya tetap bahagia.







