Apa yang kamu lakukan ketika kamu sedih?
Teman -teman pernah ngga mengalami masa saat sediiih pake banget?
Pernah suatu masa saya mengalami kesedihan yang luar biasa. Yaitu ketika orang dekat dan terkasih meninggal dunia mendadak. Dunia rasanya seperti runtuh saat itu. Terbayang bagaimana hidup selanjutnya.
Tangis pecah tak terbendung ketika itu, sampai tak sadar suaranya mungkin sangat keras. Hingga mungkin tetangga bertanya -tanya ada apa wahai gerangan sebabnya.
Namun dalam tangis itu saya masih tersadar bahwa segala sesuatu memang milik Allah SWT. Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesadaran pada diriku. Jadi Dia Yang Maha Kuasa mau mengambil kapan saja itu adalah haknya sang Pencipta. Bukankah segala sesuatu akan mati? Kecuali Tuhan Allah SWT. Oleh karena itu dalam tangisku yang tidak bisa berhenti itu ku ucapkan kalimat istirja', innalilaahi wa Inna ilaihi Raji'un. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada- Nya lah kami kembali.
Kalimat ini ku ucapkan berulang -ulang dalam tangisku. Sambil nangis sambil berucap dan kuresapi sepenuhnya artinya. Apakah aku segera berhenti menangis? Oh tidak bisa Ferguso, aku tetap nangis berhari-hari. Lalu apakah aku ngga ngapa-ngapain selama sedih, nangis itu? Tentu tidak juga, aku tetap masak, nyuci, nyapu dan sadar pekerjaan rumah. Tapi ya itu nanti sebentar - sebentar nangis.
Nanti kalau pas nangis sedih lalu kelihatan sama bapak mertua, beliau bukakan Al Qur'an dan beliau tunjukkan ayat-ayat tentang ujian hidup di dunia. Disuruhnya aku membacanya sekalian artinya, jadi aku paham maksudnya. Oh begitu ternyata maksud Allah dalam firman di kitab suci -Nya.
Ayat yang paling aku ingat adalah " Sungguh akan Aku beri kalian cobaan yang bisa berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa juga kekurangan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira bagi orang -orang yang bersabar, yaitu apabila mereka ditimpa musibah, mereka berkata " Innalilaahi wa Inna ilaihi Raji'un" = "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali".
Setelah menyadari itu rasanya ada kekuatan untuk menghadapi segala kenyataan yang ada. Muncul kesadaran bahwa life must go on. Hidup harus terus berlanjut. Memang mereka yang meninggalkan kita, memang sudah batas ajalnya sampai disitu. Dan kita yang masih diberi hidup memang jatah kita masih ada umur.
Jadi sedih boleh, sedih banget boleh tapi tetap menjaga kesadaran dan kesabaran bahwa kita ternyata masih punya jatah hidup. Ya jatah hidup untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan menurutku inilah arti bersyukur itu.
Ketika merasa bersedih jangan sampai lupa bahwa ada Tuhan Allah SWT yang bisa menolong kita. Dia Maha mengetahui segalanya, bahkan mungkin yang terjadi itulah yang terbaik untuk kita. Berbicaralah dengan Tuhan tanpa perantara, curhatlah pada-Nya di sepertiga malam, ketika semua orang sedang tidur. Menangis, mengadu hanya pada- Nya dan meminta jalan keluar terbaik untuk semua masalah kita.
Ah sampai sekarang masih teringat betul peristiwa itu.
Nah itu yang aku lakukan ketika merasa sedih atau sediiiiih banget. Kalau teman -teman gimana?

Pernah si Kakk saking sedihnya baca qur'an sambil nangis :(
BalasHapussama bgt kak ga bisa ditahan ya
HapusSuka kalimatnya "tetep jaga kesabaran dan kesadaran"
BalasHapusterimakasih kak
BalasHapus