Sabtu, 06 Januari 2024

Surat

 Surat untuk anakku 

Membaca kata surat itu jadi teringat ketika masih sekolah dulu. Ketika itu aku sekolah di Jogja, di sebuah madrasah khusus untuk perempuan. Dan harus tinggal di asrama. 

Jaman itu masih jamannya menulis surat kalau ingin berkabar dengan orang lain. Jadi kalau sekarang temanya menulis surat itu jadi mengingat masa-masa itu. Masa-masa yang tiap minggu ke kantor pos, mengirim surat untuk bapak dan ibu. Ah masa sekolah ku yang belum kenal internet, coba tebak tahun berapa itu??? 

Baiklah beda dulu beda sekarang, dan aku sekarang bukan anak sekolah lagi. Aku sekarang adalah orang tua dari anak yang sedang sekolah. Baiklah kutulis saja surat buat anakku.


Assalamualaikum anakku

Apa kabarmu hari ini nak?

 Tak terasa waktu terus berlalu. Rasanya belum lama kamu jadi bocil, dan aku harus mengejarmu kemana-mana. Supaya kamu tidak ketempat yang bahaya. Memastikan kamu aman dimana saja kamu berada.

Anakku, melihatmu tumbuh dan berkembang menjadikan aku bahagia. Bahagia mendampingimu setiap saat setiap waktu. Seperti halnya juga ku ingin kamu selalu bahagia dalam keadaan apapun juga nantinya. 

Anakku, ku berusaha menjagamu sebaik mungkin, kumasukkan kamu ke sekolah yang baik. Sekolah yang tidak hanya belajar ilmu dunia tapi juga ilmu akhirat. Aku ingin kamu menjadi anak yang sholeh/ anak yang baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Karena nanti kita akan hidup lebih lama di alam sana.

Meskipun kamu menolak untuk sekolah di pesantren, tapi aku mamamu ingin kita hidup seperti kehidupan di pesantren. Yang selalu dekat dengan Al Qur'an, selalu dekat dengan hal-hal yang baik, menerapkan akhlaq yang baik sejauh yang kita bisa. 

Anakku, kamu akan hidup di jaman yang sangat jauh berbeda dengan jamanku. Aku mamamu hanya bisa membekalimu dengan pesan -pesan yang baik. Belajarlah dengan baik anakku, cernalah dengan baik pelajaran yang diberikan bapak ibu guru di sekolah. Baik itu pelajaran umum maupun pelajaran agama. 

Anakku, aku melihatmu sangat menyukai dunia perkomputeran. Tidak apa-apa, teruskan mempelajarinya dan ilmu-ilmu yang terkait dengannya. Karena dengan pengetahuan dan ketrampilan itu kamu bisa hidup dan mendapatkan maisyah. Bekal untuk hidup layak dan cukup di dunia ini. Ingat seorang muslim harus menjadikan dirinya kaya. Karena apa? Ya karena banyak fasilitas untuk beribadah fisik itu membutuhkan dana. Untuk sholat butuh baju atau mukena yang bersih. Untuk bisa ibadah umroh, haji juga butuh dana yang besar. Untuk bisa shodaqoh setiap haripun harus punya dana yang cukup anakku.

Namun anakku jangan lupa juga untuk mempelajari Al Qur'an, memahami isinya dan mengamalkan sejauh kemampuan serta juga menghafalkannya. Menghafal surat -surat dalam Al Qur'an sejauh yang kamu bisa. Seperti yang biasa kita lakukan sehabis sholat magrib, aku mamamu berusaha melatih hafalanmu. Seorang laki-laki muslim harus bisa menjadi imam shalat, yang berarti harus punya hafalan surat -surat dalam Al Qur'an juga.

Anakku, aku akan berusaha mendukung sekolahmu, kegiatanmu yang baik- baik tentunya. Aku doakan kebaikan untukmu selalu anakku, semoga kebahagiaan menyertaimu dunia akhirat anakku sayang. Aamiin 🤲


Aku, Mamamu.


1 komentar:

Cerita bersama Ibu

Bersama ibu Banyak cerita lucu sebenarnya ketika membersamai ibu mertua selama ini. Oya saya adalah seorang menantu yang sudah sangat akrab ...